Hubungan Linguistik Terapan dengan Pembelajaran Bahasa


Mengenai kaitan linguistik terapan dan pengajaran bahasa, Soenardi menjelaskan sebagai berikut: Analisis ilmiah atas berbagai gejala yang terumuskan menjadi kaidah fonologik, morfologik dan sintaktis diproses menjadi bahan ajar dalam pengajaran bahasa. Hasil pembahasan akademik dan hasil penelitian yang punya bobot teoritik kebahasaan ditransfer menjadi dalil-dalil pemandu pemakaian bahasa yang baik dan benar melalui kegiatan pendidikan bahasa.

Analisis Kesalahan Berbahasa



1.  Latar belakang.

            Lebih dari setengah penduduk dunia adalah dwibahasawan
menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasi. Orang – orang Amerika
keturunan Perancis, Italia, Yahudi, Indian, Spanyol menggunakan dua bahasa
sebagai alat komunikasi yaitu bahasa pertama ( atau bahsa ibu ) dan bahasa
Inggris ( atau bahasa kedua ). Bangsa Indonesia menggunakan bahasa
Indonesia apabila mereka berkomunikasi antarsuku. Didalam lingkungan
keluarga atau sukunya, mereka berkomunikasi dengan bahasa daerah seperti
bahasa – bahasa Aceh, Melayu, Sunda, Jawa, Madura, Bali, Bugis, dan sebagainya.
            Orang yang biasa menggunakan dua bahasa atau lebih secara bergantian
untuk tujuan yang berbeda merupakan agen pergontak dua bahasa. Semakin
besar jumlah orang yang seperti ini, maka semakin intensif pula kontak antara
dua bahasa yang mereka gunakan. Kontak ini menimbulkan saling pengaruh,
yang manifestasinya menjelma didalam penerapan kaidah bahasa pertama
didalam penggunaan bahasa kedua . Keadaan sebaliknya pun dapat
terjadi didalam pemakaian sistem , pada saat penggunaan . Salah satu
dampak negatif dari praktek penggunaan dua bahasa secara bergantian adalah
terjadinya kekacauan pemakaian bahasa, yang lebih dikenal dengan istilah interferensi.